Senin, 09 November 2015
materi debat 10 november kelas X IPA 1
Pemuda
merupakan generasi penerus bangsa, yang nantinya bukan tidak mungkin salah satu
dari mereka bisa menjadi pemimpin bangsa. Zaman sekarang, bisa dibilang banyak
pemuda dan pemudi yang telah mengukir namanya di batu prestasi bangsa, paling
banyak di bidang pendidikan dan olahraga. Selain itu, tidak sedikit pula
pemuda-pemuda yang justru membuat pengaruh buruk bagi masyarakat sekitarnya.
Padahal kita tahu bahwa pada saat menjelang kemerdekaan Indonesia,
para pemuda lah yang mendesak agar golongan yang tua segera memproklamirkan
kemerdekaan, itu seharusnya menjadi motivasi setiap pemuda untuk lebih berkarya
dan berkreatifitas untuk negaranya.
masa
muda pada umumnya dapat dipandang sebagai suatu tahap dalam pembentukan
kepribadian manusia karakteristis yang menonjol dari pemuda adalah peranannya
dalam masa peralihan menuju pada kedudukan yang bertanggung jawab dalam tatanan
masyarakat antara lain :
a. Kemurnian idealisme
b. Keberanian dan
keterbukaannya dalam menyerap nilai-nilai dan gagasan baru
c. Semangat
pengabdiannya
d. Spontanitas dan
dinamikannya
e. Inofasi dan
kreatifitasnya
f.
Keinginan-keinginan untuk segera mewujudkan gagasan barunya
Berbagai
macam permasalahan (tantangan) generasi muda yang muncul pada saat ini antara
lain:
a.
Menurunnya jiwa idealisme, patriotisme dan nasionalisme dikalangan masyarakat
termasuk jiwa pemuda. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yang dapat
menghancurkan mental anak bangsa misalnya pengaruh lingkungan yang kurang
baik,ketidakdisiplinan terhadap diri sendiri, organisasi-organisasi yang tidak
membangun yang membawa perilaku buruk terhadap pemuda. Dsbnya.
b.
ketidakadanya keyakinan yang dialami oleh generasi muda terhadap masa depannya
(yaitu dengan bersikap pesimis terhadap masa depannya)
c. Belum
adanya keseimbangan antara jumlah generasi muda dengan fasilitas pendidikan
yang tersedia, baik yang formal maupun non formal. Fasilitas pendidikan yang
yang disediakan pun tergolong masih khusus pada pemuda-pemuda tertentu belum
secara umumnya, pentingnya sosialisasi dan pengarahan melalui pendidikan
terhadap pemuda perlu ditingkatkan dalam membentuk karakter dan pola pikir anak
bangsa(pemuda) yaitu sebagai contoh dengan meningkatkan pemahaman tentang
nilai-nilai pancasila dalam kehidupan pemuda/i.
d.
Kekurangan lapangan dan kesempatan kerja serta tinggi nya tingkat pengangguran
dan setengah pengangguran dikalangan generasi muda mengakibatkan berkurangnya
produktifitas oleh nilai-nilai kekuasaan dan sebagainya.
e. Masih
langkanya pengalaman-pengalaman yang dapat merelefansikan pendapat sikap dan
tindakanya dengan kenyataan yang ada.
Potensi generasi muda dalam pembangunan
Dipandang
dari Dimensi Pembangunan Nasional
Hakekat pembangunan nasional adalah pembangunan manusia Indonesia seutuhnyaand seluruh masyarakat Indonesia. Pengembangan generasi muda dalam konteks inidiarahkan untuk mempersiapkan kader-kader bangsa yang utuh dan paripurnaberkualifikasi kader bangsa seperti yang diisyaratkan tujuan pembangunan nasionalkita.Pendidikan nasional yang berdasarkan pancasila bertujuan untuk meningkatkanketakwaan terhadap Tuhan YME, mencerdaskan kehidupan bangsa, berketerampilan,mempertinggi budi pekerti, memperkuat kepribadian dan mempertebal semangatkebangsaan.
Hakekat pembangunan nasional adalah pembangunan manusia Indonesia seutuhnyaand seluruh masyarakat Indonesia. Pengembangan generasi muda dalam konteks inidiarahkan untuk mempersiapkan kader-kader bangsa yang utuh dan paripurnaberkualifikasi kader bangsa seperti yang diisyaratkan tujuan pembangunan nasionalkita.Pendidikan nasional yang berdasarkan pancasila bertujuan untuk meningkatkanketakwaan terhadap Tuhan YME, mencerdaskan kehidupan bangsa, berketerampilan,mempertinggi budi pekerti, memperkuat kepribadian dan mempertebal semangatkebangsaan.
Pendapat Para Ahli Mengenai Peran Pemuda dalam
Pembangunan
Para ahli berbeda
pendapat dalam mengungkap peran pemuda dalam pembangunan, perbedaan itu
setidaknya terjadi pada pengungkapan istilah dan jumlah item dari peran-peran
itu. Dalam hal ini setidaknya ada lima peran pemuda dalam
pembangunan adalah sebagai berikut :
Satu, Pemuda
sebagai Dinamisator Pembangunan
Dinamisator dalam
bahasa sederhananya adalah penggerak.Satu hal lagi yang harus kita ingat bahwa
pemuda itu diartikan juga komunitas penduduk yang mempunyai pikiran-pikiran
muda seperti kreatif, inovatif dan desduktrif. Karena mempunyai
pikiran-pikiran muda seperti itu, maka pemuda akan senantiasa mempunyai kemauan
dan kemampuan. Ketika kemauan dan kemampuan itu bersatu maka pemuda akan
menjadi penggerak.
Dua, Pemuda sebagai Katalisator
Pembangunan
Perencanaan dan
pelaksanaan pembangunan terkadang masih ada gap(jarak). Gap ini
bisa terjadi dalam wujud ketidaksesuaian antara perencanaan dengan pelaksanaan,
bisa juga dalam bentuk begitu lamanya jarak waktu antara perencanaan dan
pelaksanaan. Dalam kontek gap seperti di atas, pemuda dengan
jiwanya yang selalu kreatif, kreatif, dan desduktrif bisa menempatkan diri
sebagaikatalisator (penghubung yang mempercepat) kesesuaian perencanaan dan
pelaksanaan serta ketepatan waktu antara perencanaan dan pelaksanaan.
Tiga, Pemuda
sebagai Motivator Pembangunan
Pembangunan
merupakan tanggung jawab semua elemen masyarakat, kita tidak boleh membebankan
pelaksanaan pembangunan hanya kepada pemerintah.Dalam kontek ini pemuda harus
memerankan diri sebagai motivator (pendorong) kepada semua elemen masyarakat
untuk maubersama-sama bahu-membahu melaksanakan dan mensukseskan
pembangunan.
Empat, Pemuda
sebagai Inovator Pembangunan
Dalam kajian
psikologi pemuda mempunyai karakteristik selalu berpikir rasional dan
ideal.Karena karakteristik itulah, pembaharuan-pembaharuan sering muncul dari
pemuda.Karakteristik yang akhirnya melahirkan semangat inovasi harus juga
merambah ke sektor pelaksanaan pembangunan. Pemuda dengan jiwa yang tidak
pernah puas terhadap satu keberhasilan akan selalu mencari keberhasilan kedua,
ketiga dan seterusnya. Pemuda dengan jiwa inovasinya tidak akan merasa puas dan
berdiam diri dengan suatu system yang telah mencapai angka keberhasilan 100%
tetapi akan selalu berimprovisasi mencari sebuah system yang bisa menghantarkan
keberhasilan ke angka 1000%.
Lima, Pemuda sebagai
Evaluator
Pembangunan
Derap langkah
proses pembangunan yang dilakukan semua pihak tentu tidak boleh lepas dari
kontrol kaum intelektual muda (pemuda) yang secara kapabilitas mereka lebih
mengetahui indikator-indikator penyimpangan, penyelewengan, kegagalan, dan
manipulasi lainnya dalam kegiatan pembangunan. Bentuk kontrol sebagai bagian
dari wujud evaluasi hendaknya dilakukan secara efektif, efisien dan tidak
berdampak negatif terhadap laju pembangunan. Audensi, Dengar Pendapat,
dan Dialog merupakan alternatif yang bisa dipilih pemuda dalam
menyampaikan hasil evaluasi pembangunan.
Ke-lima peran pemuda tersebut akan berhasil guna dan berdaya
guna dalam proses pembangunan ketika ada komitmen dan konsistensi pemuda untuk
senantiasa melakukan perubahan dan perbaikan demi kesejahteraan masyarakat,
tidak terjebak pada ranah pragmatisme yang mengungkung idealisme dan
rasionalisme, tidak mengedepankan kepentingan pribadi atau kelompok, tidak juga
menjadi alat politik dari sebuah kelompok. Hal ini perlu dipertegas mengingat
praktek-praktek in-idealisme, dan in-konsistensi semakin sering muncul
kepermukaan.
Pemuda dengan kapasitas dan kapabilitas yang tidak diragukan
lagi, sudah mampu masuk elemen-elemen pelaksana pembangunan, ada yang menjadi
bagian dari pemerintah (eksekutif), pengusaha (kontraktor), lembaga swadaya masyarakat,
dewan perwakilan rakyat (legislatif), aparatur penegak hukum (yudikatif) dan
lain-lain. Dalam kontek perubahan dan perbaikan hendaknya semua elemen
pelaksana pembangunan yang didalamnya ada pemuda duduk bersama melakukan
kajian strategis perencanaan, pelaksanaan, dan kontroling/evaluasi pembangunan
dengan senantiasa membingkai diri dengan nilai-nilai agama; jujur,
adil, bersih, berpihak kepada kesejahteraan masyarakat, dan professional.
Apabila pemuda sudah mampu memainkan peran
dalam pembangunan dengan baik, dan derap langkah memainkan peran
tersebut didasari ilmu serta dikerangka-i nilai-nilai agama, maka menjadi
harapan besar proses pembangunan akan berhasil mensejahterakan rakyat.
Potensi
generasi muda secara umum
Potensi
yang terdapat pada generasi muda yang perlu dikembangkan adalah sebagai berikut:
a.
Idealisme dan daya kritis
Secara sosiologis generasi muda belum mapan dalam tatanan
yang ada sehingga dia dapat melihat kekurangan dalam tatanan tersebut dan
secara wajar mampu mencari gagasan baru sebagai alternatif kearah perwujudan
kearah tatanan yang lebih baik
b. Dinamika
dan kreatifitas
Adanya idealisme pada generasi muda mnyebabkan mereka
mimiliki potensi kedinamisan dan kreatifitas, yakni kemampun dan kesediaan
untuk mengadakan perubahan, pembaharuan dan penyempurnaan kekurangan yang ada
ataupun mengungkapkan gagasan yang baru
c.
Keberanian mengambil resiko
Perubahan dan pembaharua termasuk pembangunan mengandung
resiko dapat meleset terhambat atau gagal. Namun mengambil resiko itu
diperlukan jika ingin memperoleh kemajuan.
d. Optimis
dan kegairahan semangat
Kegagalan tidak menyebabkan generasi mudah patah semangat.
Optimisme dan kegairahan semangat yang dimiliki generasi muda merupakan daya
pendorong untuk mencoba maju lagi.
e. Sikap kemandirian dan disiplin murni
Generasi memiliki keinginan untuk
selalu mandiri dalam sikap dan tindakannya. Sikap kemandirian itu perlu
dilengkapi kesadaran disiplin murni pada dirinya agar mereka dapat menyadari
batas-batas yang wajar dan memiliki tenggang rasa.
f. Terdidik
Walaupun dengan memperhitungkan faktor putus sekolah, secara
menyeluruh baik dalam arti kuantitatif maupun dalam arti kualitatif, generasi
muda secara relatif lebih terpelajar karena lebih terbukanya kesempatan belajar
dari generasi pendahulunya.
g. Keanekaragaman dalam persatuan dan kesatuan
Keanekaragaman generasi muda
merupakan cermin keanekaragaman masyarakat kita. Keanekaragaman tersebut dapat
menjadi hambatan jika dihayati secara sempit dan eksklusif, tapi dapat
merupakan potensi dinamis dan kreatif sehingga merupakan sumber yang besar
untuk kemajuan bangsanya. Maka para pemuda dapat didorong untuk menampilkan
potensinya yang terbaik dan diberi peran yang jelas serta bertanggung jawab
dalam menuju cita-cita bangsa.
h.
Patriotisme dan Nasionalisme
Pemupukan rasa kebangsaan, kecintaan dan turut memiliki
bangsa dan negara dikalangan pemuda perlu ditingkatkan
i. Fisik
kuat dan jumlah banyak
Potensi ini merupakan kenyataan sosiologis dan demografis.
Dapat dimanfaatkan dalam kegiatan pembangunan bangsa dan negaranya yang
menghendaki pengarahan tenaga dalam jumlah besar.
j. Sikap
kesatria
kemurnian idealisme, keberanian, semangat pengabdian dan
pengorbanan serta rasa tanggung jawab sosial yang tinggi adalah unsur-unsur
yang perlu dipupuk dan dikembangkan terus menjadi sikap kesatria
k.
Kemampuan penguasaan ilmu dan teknologi
Para pemuda dapat berperan secara berdaya guna dalam rangka
pengembangan ilmu dan teknologi secara fungsional dapat dikembangkan sebagai
transformator terhadap lingkungannya.
Langganan:
Postingan (Atom)